Nyanyian seorang kakak  

19 Feb 2008

Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua.
Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang
pertama
yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael
senang sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya.
Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya
yang masih di perut ibunya itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan,

terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik
Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya
begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang
kepada Karen, "Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan
terjadi." Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar
dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah
menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil
Tuhan.

Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek
terus! "Mami... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang
tanggap. "Mami... aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam
kesedihan dan kekuatirannya. "Mami.... aku kepengen nyanyi!!!" Itu
berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen
tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi
pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan
menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. "Baik, setidaknya biar
Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya
masih hidup!" batinnya.

Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang
masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster...." suster tak mau tahu. "Ini
peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!"

Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum
diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi!
Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!"
Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih
dari lima menit!"

Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu
dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang
tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya... Lalu
dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring
"You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies
are grey...."

Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan
sayang dari kakaknya. "You never know, dear, How much I love you.
Please don't take my sunshine away."

Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan
menatapnya dengan tajam dan, "Terus.... terus Michael! Teruskan
sayang...," bisik ibunya sambil menangis.

"The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in
my..." Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang.
Pernapasannya lalu menjadi teratur..." I'll always love you and make
you happy, if you will only stay the same..." Sang adik kelihatan
begitu tenang, sangat tenang.

"Lagi sayang..." bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael
terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan
damai... lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak
menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian
yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan
pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa
pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah
terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih
Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa!

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar
bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun
membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love
you".Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak
kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak
ada yang
mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.

AddThis Social Bookmark Button

0 komentar: to “ Nyanyian seorang kakak

Design by Amanda @ Blogger Buster